nini“Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga” (Notoatmodjo)

Definisi di atas hampir 99% dikutip oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan skripsinya, dan bahkan seringkali bukan hanya definisi yang dikutip tetapi hampir seluruh buku dari bapak kita ini yang dikutip oleh mahasiswa. Buku dari ahli ini memang sangat mudah untuk difahami dan mudah didapatkan oleh kita, tetapi seringkali kitanya yang salah kaprah dalam menelaah dan menerapkan kedalam penelitian.

Dari hasil studi yang dilakukan oleh saya di beberapa institusi baik negeri maupun swasta (terutama yang mempunyai background keperawatan dan kesehatan lainnya) saya melihat bahwa ada kecenderungan mahasiswa untuk membuat judul penelitian dengan domain pengetahuan, sikap, perilaku. bisa hanya analisis deskriptif maupun dilakukan secara korelasi. Yang jadi pertanyaan adalah…….. apakah betul penelitian yang kita lakukan tersebut memang perlu dilakukan ?.

ada mahasiswa yang meneliti hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku dan ternyata hasilnya adalah tidak ada hubungan yang berarti hal ini menjadi antitesis dari postulat yang ada, tetapi setelah dianalisis, instrumen yang digunakan ternyata sangat….sangat tidak valid dan tidak mencerminkan penelitian yang kita lakukan. mahasisiswa tersebut menggunakan instrumen penelitian pengetahuan dengan mencoba membuat suatu soal yang sering kali responden dengan tingkat pendidikan tinggi sekalipun jika tidak dalam domain keilmuannya akan tidak dapat menjawab pertanyaan tadi, dan jikalau jawabannya betul itu hanya kebetulan saja. dan saat saya coba dengan menggunakan soal yang lain kepada responden yang sama, ternyata hasilnya berbeda.

jadi dalam hal ini saya ingin menshare-kan bahwa perlunya ketelitian sangat tinggi jika kita ingin meneliti aspek pengetahuan. apakah yang kita teliti tersebut sebetulnya pengetahuan dalam aspek kebenaran dalam menjawab soal, ataukan pengetahuan dalam aspek pengalaman terhadap suatu kondisi yang diketahui oleh responden.